Kamis, 25 Juli 2013

Dream

Is it true when we are in some unsolved problem, our soul seems to take us to unknown world. Un
imaginable...

For couple months, I have some problem, which the solution seems to me left in another part of this universe, unknown. This situation undoubtedly has effect to my consciousness. For days, I have strangest dream, that I never understood, or ever seen, or even just a glance cross in my mind.

One afternoon, I slept only like less then 8 minutes, yet I had strangest dream that somehow I became an executor messenger. Delivering a letter consisted of order of execution to 3 unknown person. I can choose which person to die first. The letter somewhat in a form of children scratch paper, contained of letter and drawing. Some big letters were there but I failed to remember what was written there. The head of these 3 unknown person were covered by some printed cloth, neatly covered their heads. So when the guillotine cut their heads off, the head felt of the ground clean, unstained. Strange.

I never wonder what that dream's mean were, but the question is why I had such kind of dream.


Senin, 07 Desember 2009

MOTOR DAN HUJAN

I was posted this blog somewhere on 2009. Hmmm...

Hampir dua bulan sudah motorku tidak pernah aku cuci, or at least, dicuci dengan benar di tempat pencucian motor. Bukannya aku pelit untuk mengeluarkan uang barang 6000 perak untuk sekali cuci tapi semata karena ketiadaan waktu. Bukan juga aku ini business-man yang sibuk ngurusi kerjaan (business-man kok naik motor?) tapi karena salah milih profesi pekerjaan.
Sebagai seorang marketing export dengan gaji yg cukup buat nyicil rumah type 40 (istriku menyebut type 41, padahal menurut aku lebih cocok disebut type 36 karena punya 2 kamar tidur saja!), aku harus bekerja extra hingga jam 8 malam. Konyolnya lagi (kalo menurutku sih sial, tapi gak boleh menyebutkan sial karena bisa benar-benar sial), tiap Sabtu atau Minggu selalu aja ada acara yang mengharuskan menukar motorku dengan mobil mertua. Kalo Sabtu biasanya jadi orang kondang, maklum banyak kondangan dimana-mana! Dan minggunya harus balikin mobil. Tapi karena hari Minggu adalah HMN (Hari Malas-malasan Nasional), motor baru bisa terambil pada sore hari. Jadi gak ada waktu lagi buat nyuci motor. Alhasil. selama dua bulan motor keluaran 2007 jadi seperti motor butut tahun 1977 (lebay mode **on**).

Nah, pas hari Minggu kemaren ada kondangan (lagi!), cuma karena malas tukar tambah (tukar motor dengan mobil tambah buang-buang waktu), aku putuskan untuk naik motor aja. Lebih praktis, cepat dan toh gak ada hujan dalam beberapa minggu ini walau seharusnya hujan sudah menjadi agenda tetap pada bulan November - Desember, tapi hujan lebih suka absen tanpa ada tanda-tanda kehadiran. Cuma aku harus masukkan motorku ke salon biar lebih kinclong dan gak malu-maluin kalo dibawa walau cicilan masih kurang 3 bulan lagi :-)...
Singkat kata-singkat cerita, motor dah kinclong dengan segala daya upaya-ku menyeretnya ke salon motor yg jaraknya 5 km dari rumah, maklum yg terdekat udah tutup 1 jam yg lalu karena aku baru bisa keluar rumah jam 5 sore, dan salon motor yg buka hingga malam adalah salon motor di Jalan Raya Surabaya - Sidoarjo.
Setelah update inforamsi (barangkali hujan jadi datang at last minutes), pergilah kami berdua ke kondangan dengan dandanan yg keren (menurut kami). Langit cerah. Walau ada sedikit mendung, tapi bintang-bintang masih berpendar dengan genitnya (pakai gaya penulis). Baru separuh perjalanan, ternyata ada titik air di kaca helm teropong yg aku pakai dan beberapa detik kemudian, "Bressss!!" Hujan pun turun dengan cantiknya sementara aku tertawa-tawa kegirangan karena melihat hujan. Akhirnya kami putuskan pulang dengan basah gempita Walau pakai jas hujan, tapi kan tidak bisa menutup dengan sempurna kecuali kalo berlindung dibawah kap mobil!

Malam itu aku tidak jadi manusia kondang. Tapi jadi manusia yg senang berbasah-basah dan pulang ke rumah dengan senyum dan tertawa-tawa. Istri bilang begini : "Mungkin, langit kaget karena Papa motornya jadi kinclong begitu. Makanya hujan turun." Aku cuma bisa tertawa (asem!).

Day One

It's been a long time I planned to write something. Either to be a book or just a short story. As plan went and remain undone, so I decide to have a blog. At least, I have daily story can be written without being worry of dead-line given by my editor, since I don't have one. So, I will compose my story start from now on...