Senin, 07 Desember 2009

MOTOR DAN HUJAN

I was posted this blog somewhere on 2009. Hmmm...

Hampir dua bulan sudah motorku tidak pernah aku cuci, or at least, dicuci dengan benar di tempat pencucian motor. Bukannya aku pelit untuk mengeluarkan uang barang 6000 perak untuk sekali cuci tapi semata karena ketiadaan waktu. Bukan juga aku ini business-man yang sibuk ngurusi kerjaan (business-man kok naik motor?) tapi karena salah milih profesi pekerjaan.
Sebagai seorang marketing export dengan gaji yg cukup buat nyicil rumah type 40 (istriku menyebut type 41, padahal menurut aku lebih cocok disebut type 36 karena punya 2 kamar tidur saja!), aku harus bekerja extra hingga jam 8 malam. Konyolnya lagi (kalo menurutku sih sial, tapi gak boleh menyebutkan sial karena bisa benar-benar sial), tiap Sabtu atau Minggu selalu aja ada acara yang mengharuskan menukar motorku dengan mobil mertua. Kalo Sabtu biasanya jadi orang kondang, maklum banyak kondangan dimana-mana! Dan minggunya harus balikin mobil. Tapi karena hari Minggu adalah HMN (Hari Malas-malasan Nasional), motor baru bisa terambil pada sore hari. Jadi gak ada waktu lagi buat nyuci motor. Alhasil. selama dua bulan motor keluaran 2007 jadi seperti motor butut tahun 1977 (lebay mode **on**).

Nah, pas hari Minggu kemaren ada kondangan (lagi!), cuma karena malas tukar tambah (tukar motor dengan mobil tambah buang-buang waktu), aku putuskan untuk naik motor aja. Lebih praktis, cepat dan toh gak ada hujan dalam beberapa minggu ini walau seharusnya hujan sudah menjadi agenda tetap pada bulan November - Desember, tapi hujan lebih suka absen tanpa ada tanda-tanda kehadiran. Cuma aku harus masukkan motorku ke salon biar lebih kinclong dan gak malu-maluin kalo dibawa walau cicilan masih kurang 3 bulan lagi :-)...
Singkat kata-singkat cerita, motor dah kinclong dengan segala daya upaya-ku menyeretnya ke salon motor yg jaraknya 5 km dari rumah, maklum yg terdekat udah tutup 1 jam yg lalu karena aku baru bisa keluar rumah jam 5 sore, dan salon motor yg buka hingga malam adalah salon motor di Jalan Raya Surabaya - Sidoarjo.
Setelah update inforamsi (barangkali hujan jadi datang at last minutes), pergilah kami berdua ke kondangan dengan dandanan yg keren (menurut kami). Langit cerah. Walau ada sedikit mendung, tapi bintang-bintang masih berpendar dengan genitnya (pakai gaya penulis). Baru separuh perjalanan, ternyata ada titik air di kaca helm teropong yg aku pakai dan beberapa detik kemudian, "Bressss!!" Hujan pun turun dengan cantiknya sementara aku tertawa-tawa kegirangan karena melihat hujan. Akhirnya kami putuskan pulang dengan basah gempita Walau pakai jas hujan, tapi kan tidak bisa menutup dengan sempurna kecuali kalo berlindung dibawah kap mobil!

Malam itu aku tidak jadi manusia kondang. Tapi jadi manusia yg senang berbasah-basah dan pulang ke rumah dengan senyum dan tertawa-tawa. Istri bilang begini : "Mungkin, langit kaget karena Papa motornya jadi kinclong begitu. Makanya hujan turun." Aku cuma bisa tertawa (asem!).

2 komentar:

  1. aduh duh . . .
    kasian bgt sih . . .

    hahhaaa . . .

    ohia, ms msi inget ga ma aku ?
    1st follower loh . heehe

    skalian dong follow my blog : www.sammanoppo.blogspot.com

    (tema blognya sama lo!)
    hehee . :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah... lama saya gak buka blog ini... Ntar aku follow ya... :)

      Hapus